Apa perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Apa perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan – Pasti teman teman semua sudah sering mendengar BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. Tapi mungkin masih ada sebagian yang bingung dengan perbedaanya. Jujur saya juga dulu menyangka bahwa hanya ada 1 lembaga yang mngurusi kesehatan dan kesejahteraan. Ternyata berbeda lembaganya masing masing ada yang mengurus kesehatan dan ada yang mengurus ketenagakerjaan.

Nah maka dari itu pada artikel kali ini penulis akan mengulas tentang perbedaan BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. Untuk pengertian BPJS ketenagakerjaan bisa klik di sini dan untuk cek saldo BPJS ketenagakerjan bisa melalui ini.

Perbedaan BPJS kesehatan dan Ketenagakerjan

BPJS Kesehatan

Berada di bawah naungan Kementrian Kesehatan di mana programnya tercantum ke dalam JKN ataupun Jaminan Kesehatan Nasional. BPJS Kesehatan ialah perihal yang harus untuk segala rakyat Indonesia dan pada tahun 2019. Seluruh masyarakat Indonesia wajib terdaftar dalam programnya

Sebab itu adalah transformasi dari Askes serta Jamkesmas, persoalan mendasarnya merupakan. Apakah partisipan Askes serta Jamkesmas butuh mendaftarkan diri kembali buat jadi partisipan BPJS Kesehatan?

Jawabannya yakni tidak. Sebab pada dasarnya untuk kamu yang seseorang PNS serta telah mempunyai Askes ataupun Jamkesmas. Secara otomatis telah terdaftar jadi anggota BPJS Kesehatan. Sehingga kamu masih dapat memakai kedua kartu tersebut buat berobat di rumah sakit.

Akan tetapi yang wajib dicermati yaitu Askes cuma menjamin 3 orang saja. Misalnya terdiri dari 1 istri dan suami serta 2 orang anak. Dan batasan umur buat anaknya sendiri cuma hingga umur 25 tahun.

Sementara itu buat Jamkesmas hanya jadi pemilik dari kartu Jamkesmas itu saja. Jadi bila terdapat suami ataupun istri apalagi anak kamu yang tadinya tidak mempunyai Jamkesmas sehingga kamu wajib memasukkan mereka pada BPJS.

BPJS Ketenagakerjaan

Nah sebaliknya buat BPJS Ketenagakerjaan ataupun yang tadinya bernama Jamsostek merupakan asuransi bertabiat sosial yang spesial diperuntukkan untuk tenaga kerja.

Untuk kamu yang bekerja di lembaga swasta wajib hukumnya buat terdaftar ataupun memperoleh BPJS Ketenagakerjaan ini. Serta seluruh lembaga ataupun lembaga, yang biasanya memiliki karyawan ataupun tenaga kerja harus mendaftarkan karyawannya tersebut ke dalam BPJS ketenagakerjaan.

Serta apabila tidak di daftarkan bakal terkena sanksi yang sudah diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia no. 24 tahun 2011 dan Undang Undang republik Indonesia tahun 2014 no 40.

Pertanyaannya adalah, karna BPJS Ketenagakerjaan tranformasi dari Jamsostek. apakah yang sudah mempunyai Jamsostek butuh mendaftarkan kembali jadi anggota BPJS Ketenagakerjaan?

Jawabannya sama saja, tidak. Untuk kamu pekerja serta telah mempunyai Jamsostek masih senantiasa bisa memakai kartu tersebut buat berobat misalnya kala hadapi musibah dikala bekerja.

Dilihat dari Segi Program yang Diberikan

BPJS Kesehatan pada dasarnya cuma menjamin anggotanya khusus tentang urusan kesehatan. Dengan demikian segala bayaran berobat serta pula perawatan masuk ke dalam beban ataupun tanggungannya. Pembayarannya sendiri cocok dengan kelas yang diseleksi dikala awal kali mendaftarkan BPJS, sehingga jelas berbeda- beda.

Menyinggung menimpa program yang terdapat di BPJS Ketenagakerjaan, butuh dikenal bila memanglah ada sebagian program. Misalnya Jaminan Kecelakaan Kerja ataupun JKK, Jaminan Hari Tua ataupun JHT, dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan JPK.

Jaminan musibah kerja ini biasanya bisa di- klaim seandainya saat bekerja karyawan suatu industri mengalami musibah. Buat pembayarannya sendiri full sampai 100%, apalagi apabila karyawan tersebut hadapi cacat, biayanya senantiasa ditanggung pihak BPJS Ketenagakerjaan.

Nah, bila permasalahan yang terjalin karyawan tersebut meninggal dunia, hingga keluarga yang ditinggalkan oleh karyawan. Memiliki hak buat memperoleh klaim dari BPJS Ketenagakerjaan ini. Serta apabila terdapat karyawan yang keluar dari tempat kerjanya ataupun industri. Hingga karyawan tersebut masih senantiasa bisa mengklaim ataupun mencairkan dananya lewat program JHT alias Jaminan Hari Tua.

Dari Segi Pembayaran

Buat pembayaran BPJS Ketenagakerjaan ditanggung oleh kedua pihak. Kedua pihak yang diartikan merupakan pihak industri dan dari pendapatan yang diperoleh karyawan tiap bulannya. Terus menjadi besar pendapatan yang didapatkan oleh karyawan, hingga terus menjadi besar pula premi yang dibayarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

Oh, ya, saat ini ini BPJS Ketenagakerjaan tidak cuma dapat dimiliki ataupun dikhususkan untuk karyawan, namun freelance pula bisa mendapatkannya. Warga leluasa memilah salah satu jaminan dalam BPJS Ketenagakerjaan baik itu JKK, JHT, ataupun JPK.

Lain lagi halnya dengan BPJS Kesehatan, dimana pembayaran dicoba sesuai dengan paket kepesertaan yang dipilih. Waktu deadline buat membayar iurannya sendiri merupakan tiap bertepatan pada 10 per bulannya. Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan merupakan tiap bertepatan pada 5 per bulannya.

Buat BPJS Ketenagakerjaan iurannya langsung dipotong dari pendapatan karyawan, serta industri memiliki kewajiban buat menyetorkan pendapatan yang telah dipotong tersebut.

Serta buat partisipan BPJS Ketenagakerjaan mandiri pula harus membayar saat sebelum tanggal 5, pembayarannya juga dilakukan secara perorangan. Proses pembayarannya dapat menggunakan e- payment ataupun virtual akun.

Perbandingan Metode Klaim

· Metode Klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit.

Agar bisa melakukan klaim terhadap BPJS Kesehatan, kamu tidak dapat langsung tiba ke rumah sakit. Namun wajib menghadiri terlebih dulu Faskes buat berobat.

Apa, sih, Faskes itu?

Faskes merupakan sarana kesehatan. Yang temasuk Faskes merupakan semacam klinik, Puskesmas ataupun dokter keluarga yang sudah berkolaborasi dengan pihak BPJS.

Pihak Faskes hendak memutuskan apakah penderita butuh di rawat ataupun malah di rujuk ke rumah sakit lain. Dengan alibi sarana dari klinik ataupun Puskesmas kurang mencukupi buat penyembuhan dari penyakit yang dialami oleh penderita.

Meminta Surat Rujukan.

Bila kondisi penderita tidak membolehkan buat melaksanakan penyembuhan pada Faskes. Sehingga bakal dirujuk pada rumah sakityang lebih baik serta lebih lengkap.

Point pentingnya dalam sesi ini, kamu wajib meminta surat rujukan dan simpanlah surat tersebut secara baik- baik. Sebab surat itu berarti ketika penderita memang wajib dipindahkan ke rumah sakit lain. Pengajuan rujukan tentu ditolak oleh pihak rumah sakit, apabila kamu lupa ataupun tidak bawa surat tersebut.

· Pesyaratan Yang lain.

Di samping surat rujukan, kamu juga diharuskan membawa pesyaratan dikala berangkat ke rumah sakit. Di antara lain adalah bawa kartu BPJS yang asli, fotocopy KTP, Fotocopy kartu keluarga( KK), dan surat rujukan. Baik dari klinik ataupun pihak rumah sakit dimana tempat awal kali kamu mulai berobat.

· Tiba Lebih Awal

Pada dasarnya rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan pihak BPJS tentu akan hadapi penumpukan antrian penderita tiap harinya. Oleh sebab itu, yakinkan kamu datang lebih dini pada pagi hari. Jangan sampai siang ataupun sore hari, sebab dapat mengantri sangat lama akibat antriannya telah panjang. Sehingga bisa jadi penderita tidakjadi dirawat hari itu sebab pendaftarannya telah ditutup.

Metode Klaim BPJS Ketenagakerjaan

· Datangi kantor bpjs utama yang terdapat di daerah dimana tempat kamu didaftarkan sebagai penerima klaim bpjs Ketenagakerjaan.

· Bawalah kartu peserta asli, fotocopy, KTP, dan surat yang menunjukkan kalau kamu berasal dari suatu industri pemberi jaminan ketenagakerjaan.

Nah, buat partisipan jaminan ketenagakerjaan yang lagi terletak diluar Indonesia. Tiknya merupakan dengan melampirkan visa, serta pula paspor yang masih berlaku sampai saat ini.

Sedangkan itu, untuk pemegangkartu BPJS Ketenagakerjaan yang hadapi musibah kerja serta mempunyaikeinginan buat megklaim dana, hingga syaratnya pun lebih kompleks. Semacam misalnya dilengkapi dengan pesan asli dari dokter yang telah menjaga sepanjang musibah sampai pada masa pengobatan.

· Setelah seluruhnya telah beres, verifikasi bakal segera dilakukan, oleh petugas admin serta jagka waktunya merupakan 30 hari.

Mah itulah perbedaan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan. Semoga dapat dipahami oleh seluruh teman teman. Jangan lupa kunjungi facebook kami

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.